Saturday, 10 October 2026 08:00
Sebuah panggung kecil, boneka-boneka pipih, dan dunia cerita yang begitu besar menunggu untuk diciptakan.
Bersama Drama of Works, anak-anak dan keluarga diajak berkenalan dengan Toy Theater, sebuah bentuk teater boneka berskala kecil yang dimainkan di atas meja dengan menggunakan panggung mini, latar, dan boneka-boneka pipih.
Workshop akan dimulai dengan pengenalan singkat mengenai sejarah Toy Theater dan bagaimana bentuk tradisional ini terus diinterpretasikan kembali oleh para seniman hingga hari ini. Setelah itu, waktunya membuat Toy Theater milikmu sendiri! Menggunakan berbagai material sederhana dan material bekas seperti kardus, kotak sereal, bahan cetak yang sudah tidak terpakai, batang kayu, dan spidol, peserta akan membuat panggung teater mini beserta boneka-bonekanya.
Kamu bisa datang dengan sebuah cerita yang sudah ingin kamu buat, atau cukup datang dan lihat cerita apa yang perlahan muncul ketika mulai menggunting, menggambar, membangun, dan bermain. Tidak perlu membuat sesuatu yang rumit—sepotong kardus kecil dapat berubah menjadi karakter, sebuah kotak sereal dapat menjadi panggung, dan tiba-tiba sebuah dunia dapat hadir di atas meja.
Mari membuat teater kecilmu sendiri, menciptakan boneka-boneka, dan menemukan betapa besarnya sebuah cerita dapat tumbuh dari panggung yang sangat kecil.
Fasilitator
Drama of Works — Amerika Serikat
Peserta
Anak-anak dan keluarga
Kapasitas
15 pasang
Aktivitas Workshop
Pengenalan singkat tentang Toy Theater, dilanjutkan dengan proses membuat panggung mini, latar, dan boneka pipih. Peserta juga dipersilakan membawa ide cerita yang ingin dikembangkan.
Workshop akan menggunakan berbagai material sederhana dan material bekas jika memungkinkan, antara lain:
Potongan kardus, kotak sereal, dan kemasan bersih lainnya
Bahan cetak / kertas bekas yang sudah tidak terpakai
Gunting atau pisau kerajinan*
Batang kayu atau tusuk kayu untuk pegangan boneka
Selotip
Lem temba
Spidol untuk menggambar dan menambahkan berbagai detail
Catatan: Alat potong dan lem tembak hanya dapat digunakan oleh peserta yang mampu menggunakannya dengan aman dan mandiri, atau dengan bantuan orang dewasa pendamping.